Termenung di balik jendela buatku tergerak sujud
memanjatkan doa. Isak tangis mengantarnya. Tak bisa kuungkap isi hatiku dengan
kata. Terlalu banyak yang aku simpan dalam hatiku. Menjadi tumpukan isi hati
dan mengendap. Tak tahu telah berapa lama aku berada di sana.
Tiba-tiba kurasakan sentuhanmu Ibu. Saat tersadar oleh
sentuhanmu aku bangun dari tidurku. Aku menangis dalam doa sampai tak sadar
telah tertidur.
Kau merangkulku. Hangat.
“Semua indah pada waktu-Nya, nak”
“Bertemu, berpisah, senang, sedih, bahkan sakit hati
Tuhan yang tahu”
Isak tangisku kembali. Kali ini tangis bahagia. Kelegaan.
Dan keyakinan pada Sang Pencipta dia akan mempertemukanku dengan orang yang
tepat.

No comments:
Post a Comment