Tak
seperti biasanya kita berdua berdiam seperti ini. Hanya duduk dalam waktu yang
lama. Dan kau menarik nafas panjang.
“Kalau
papa dapat uang hari ini semua buat biaya kuliah kamu”
Tanpa
menunggu tanggapanku kau beranjak. Derai air mataku jatuh begitu saja. Melihat
punggungmu membuatku hatiku tersayat. Aku tahu kau leh, tidak sekuat dulu lagi,
tapi berusaha menunjukkan kepadaku kalau kau mampu memberi yang terbaik
untukku. Inginku peluk dirimu.
Aku
berjanji akan melakukannya dengan sangat baik. Tak akan aku kecewakan dirimu.
Suatu saat nanti kau akan tersenyum bahagia melihatku berhasil meraih segala
impianku. Berkat dirimu mimpi itu semakin dekat dari genggamanmu.
No comments:
Post a Comment