Friday, 11 January 2013

[-495] - Wanita Lapangan Basket


Melangkahkan kaki memasuki sekolahku dulu membuat aku merasa bersemangat. Sekolah ini menjadi saksi masa puberku. Tempat ini juga adalah dimana aku menyadari ada yang berbeda denganku saat berada di dekat Nasya, sahabatku, kakak iparku.

Sudah hampir lima tahun berlalu saat aku merelakan Nasya kepada abangku. Memutuskan kembali karena aku benar-benar yakin aku sudah merelakan dia sepenuhnya.

Aku juga tahu kepulanganku ini membawa harapan baru bagi keluarga untuk bisa melihatku membawa melodiku yang baru. Apa mau dikata belum juga aku menemukannya.

Firasatku mengatakan aku harus kembali ke sekolah ini. Entah apa yang akan aku dapatkan. Tapi aku tidak berpikir untuk mendapatkan apa yang keluargaku inginkan. Murni hanya untuk mengobati rasa kangen kepada masa lalu yang membawaku kemari.

Saat SMA dulu tak pernah aku berada jauh dari Nasya. Kami bagaikan perangko dan amplop. Membuat seluruh kenangan di sekolah ini hanyalah Nasya seorang. Betapa naifnya aku, berpikir Nasya adalah segalanya, begitu juga sebaliknya. Betapa naifnya aku, tak pernah memandang orang lain selain Nasya.

Aku hampir tidak melihat orang di luar ruangan. Jam pelajaran masih saja berjalan. Aku memutuskan untuk pergi ke gedung olahraga. Tempat biasa aku menghabiskan waktu istirahat bersama Nasya.

Gedung kelihatannya kosong. Aku memilih duduk di tribun tengah paling belakang. Dari posisi ini aku bisa melihat keseluruhan dalam gedung. Saat aku pejamkan mata menikmati suasana hening, ada suara lain. Seseorang sedang melantunkan sebuah lagu. Sangat halus.
Aku membuka perlahan mataku. Mencari-cari sumber suara itu. Ada seseorang yang duduk di bawah ring basket. Dia sedang membaca buku. Dia sedang mendengarkan lagu. Dia bernyanyi mungkin mengikuti lagu yang dia dengarkan. Dan dia adalah wanita.

Wanita itu tak menyadari keberadaanku. Dia sedang tenggelam dalam bacaannya. Setelah diperhatikan lebih jelas lagi, sepertinya aku mengenal wanita itu. Dia terasa tak asing.

Tahu-tahu bel berbunyi. Pergantian jam pelajaran. Wanita itu menutup bukunya, membawa beberapa barang yang berserakan di sampingnya.

No comments:

Post a Comment