Melangkahkan
kaki memasuki sekolahku dulu membuat aku merasa bersemangat. Sekolah ini
menjadi saksi masa puberku. Tempat ini juga adalah dimana aku menyadari ada
yang berbeda denganku saat berada di dekat Nasya, sahabatku, kakak iparku.
Sudah
hampir lima tahun berlalu saat aku merelakan Nasya kepada abangku. Memutuskan
kembali karena aku benar-benar yakin aku sudah merelakan dia sepenuhnya.
Aku
juga tahu kepulanganku ini membawa harapan baru bagi keluarga untuk bisa
melihatku membawa melodiku yang baru. Apa mau dikata belum juga aku
menemukannya.
Firasatku
mengatakan aku harus kembali ke sekolah ini. Entah apa yang akan aku dapatkan.
Tapi aku tidak berpikir untuk mendapatkan apa yang keluargaku inginkan. Murni
hanya untuk mengobati rasa kangen kepada masa lalu yang membawaku kemari.
Saat
SMA dulu tak pernah aku berada jauh dari Nasya. Kami bagaikan perangko dan
amplop. Membuat seluruh kenangan di sekolah ini hanyalah Nasya seorang. Betapa
naifnya aku, berpikir Nasya adalah segalanya, begitu juga sebaliknya. Betapa
naifnya aku, tak pernah memandang orang lain selain Nasya.
Aku
hampir tidak melihat orang di luar ruangan. Jam pelajaran masih saja berjalan.
Aku memutuskan untuk pergi ke gedung olahraga. Tempat biasa aku menghabiskan
waktu istirahat bersama Nasya.
Gedung
kelihatannya kosong. Aku memilih duduk di tribun tengah paling belakang. Dari
posisi ini aku bisa melihat keseluruhan dalam gedung. Saat aku pejamkan mata
menikmati suasana hening, ada suara lain. Seseorang sedang melantunkan sebuah
lagu. Sangat halus.
Aku
membuka perlahan mataku. Mencari-cari sumber suara itu. Ada seseorang yang
duduk di bawah ring basket. Dia sedang membaca buku. Dia sedang mendengarkan
lagu. Dia bernyanyi mungkin mengikuti lagu yang dia dengarkan. Dan dia adalah
wanita.
Wanita
itu tak menyadari keberadaanku. Dia sedang tenggelam dalam bacaannya. Setelah
diperhatikan lebih jelas lagi, sepertinya aku mengenal wanita itu. Dia terasa
tak asing.
Tahu-tahu
bel berbunyi. Pergantian jam pelajaran. Wanita itu menutup bukunya, membawa
beberapa barang yang berserakan di sampingnya.
No comments:
Post a Comment