Friday, 11 January 2013

[-494] - Seseorang Dari Masa Lalu

Seperti biasa, jika sedang tak ada jam pelajaran aku mengasingkan diri di tempat ini. Tempat yang sejak dulu menjadi tempat favoritku. Di tempat ini adalah satu-satunya tempat di mana aku bisa memandangi dia, tanpa dia sadari.

Sejak bergabung bersama sekolah ini untuk kedua kalinya, tidak lagi sebagai siswa tapi seorang guru, setiap harinya aku selalu mampir ke tempat ini. Sekedar mengenang saja. Mengenang kasih yang tak sampai di masa lalu.

Aku menghabiskan waktu untuk sekedar duduk, mendengarkan lagu-lagu dari I-pod, membaca buku-buku yang aku bawa dari rumah, atau untuk mempersiapkan materi untuk kelas selanjutnya.

Sebentar lagi aku harus mengajar. Dan hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan. Hanya pada jam pertama ini aku mendapatkan jam kosong. Setelahnya harus mengajar sampai jam sekolah selesai. Aku sendiri di dalam gedung olahraga ini. Membuatku tak enggan untuk sedikit menaikkan volume suaraku untuk bersenandung.

Ahhh. Waktu yang sangat menyenangkan. Tapi... sebentar lagi kelas berikut akan di mulai. Aku harus segera pergi.

Tunggu sepertinya aku merasa sedang dipandangi? Tapi bukannya gedung ini kosong pada jam pertama? Tak ada orang yang ada di trii...Eits...Siapa itu? Seorang pria sedang mengarahkan pandangannya padaku. Tidak, tidak. Dia tidak boleh tahu kalau aku mengetahui keberadaannya.

Sepertinya aku mengenal orang itu. Dia terasa tak asing. Wajahnya, caranya duduk, dia...?

Teng teng teng teng...

Ah apa peduliku siapa dia. Aku harus ke kelas segera.

Tapi... tunggu. Apakah dia? Orang yang membuatku menyukai tempat ini hingga kini? Diakah? Untuk apa dia berada di sini?

No comments:

Post a Comment